Tampilkan postingan dengan label fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fotografi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Juni 2014

Sepeda Santri 2014

LOGO FUNBIKE

KETENTUAN FUNBIKE DAN LOMBA FOTO 

“SEPEDA SANTRI 2014 

Ahad, 10 Sya’ban 1435 H/8 Juni 2014 M

Ketentuan Sepeda Santri 2014

  1. Waktu: Funbike Sepeda Santri 2014 dilaksanakan pada hari Ahad, 10 Sya’ban 1435 H/8 Juni 2014 M.
  2. Pendaftaran: Peserta Sepeda Santri diwajibkan membeli tiket seharga Rp 25.000,- (sudah termasuk atribut kaos, songkok putih, air mineral, dan kupon undian). Pendaftaran terakhir pada Hari H acara Sepeda Santri 2014, pukul 06.00 wib di tempat acara. Peserta terbatas.
  3. Pengambilan atribut: di Kantor PP Sidogiri (samping Lapangan Olahraga Sidogiri), pada hari Sabtu-Ahad, tanggal 9-10 Sya’ban 1435 H/7-8 Juni 2014 H, dengan menukar kwitansi pendaftaran.
  4. Tempat pendaftaran: (1) Kantor Kopontren Sidogiri, Gembyang, Wonosari, Rembang, Purut, Pasrepan, dan Grati; (2) Kantor BMT UGT, Sidogiri; (3) BMT Maslahah di Pasar Besar Kota, Wonorejo, Lekok, dan Grati; (4) BPRS UMMU, Bangil; (5) Pimpinan Wilayah IASS.
  5. Hadiah: berupa 1 ekor sapi, 20 ekor kambing, dan 100 ekor ayam kampung, serta mendapatkan Buletin SIDOGIRI edisi 93/Sya’ban 1435 H. Nama pemenang akan diumumkan di tempat acara dan dimuat di Buletin SIDOGIRI edisi 94/Ramadhan-Syawal 1435 H dan website www.sidogiri.net.
  6. Pemakaian atribut: peserta harus menggunakan atribut songkok putih dan kaos yang disediakan panitia, dan menggunakan celana panjang, sejak start sampai pengundian hadiah (agar para peserta dikenali oleh panitia dan mendapatkan hak-haknya dalam even Sepeda Santri). Jika tidak menggunakan atribut yang ditentukan, maka hadiah pemenang dibatalkan.
  7. Start Sepeda Santri dilaksanakan pukul 06.00 wib.
  8. Rute Sepeda Santri: dimulai dari Lapangan Olahraga Sidogiri (LOS), melewati Lautan – Pajaran – Blembem – Areng-Areng – Pleret – Gembyang – dan berakhir di Lapangan Olahraga Sidogiri (LOS) kembali. *
  9. Pengundian: Sobekan kupon undian diserahkan ke panitia setelah finish di area Lapangan Olahraga Sidogiri (LOS), pengundian hadiah dimulai pukul 09.30 wib, pemenang memakai sistem gugur dan tidak boleh diwakilkan (bila tidak muncul hingga hitungan ke-5, maka akan diundi kembali).
  10. Syarat peserta: Peserta laki-laki, minimal berumur 12 tahun, hanya boleh memiliki satu kupon, harus berbadan sehat, dan sudah terbiasa bersepeda.
  11. Peserta harus mempergunakan sepeda standar (bukan sepeda modifikasi) dan mengikuti kegiatan Sepeda Santri sesuai aturan dan jalur yang telah ditentukan panitia.
  12. Peraturan di jalan: peserta harus menaati peraturan lalu lintas dan disiplin di jalan raya, mematuhi rambu-rambu yang ada (termasuk rambu yang dikeluarkan panitia), berada pada jalur sebelah kiri, bila berjajar maksimal 3 sepeda, menggunakan isyarat tangan bila ingin berbelok, menghargai pengguna jalan lain, tidak makan dan minum sambil bersepeda, dan tidak mengganggu atau bercanda dengan peserta lain.
  13. Risiko kehilangan, kerusakan dan akibat kegiatan ditanggung sendiri oleh peserta.
  14. Menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan pada saat mengikuti Sepeda Santri.
  15. Hadiah tidak berlaku untuk panitia.

Ketentuan Lomba Foto

  1. Lomba foto terkait seluruh aktivitas acara Sepeda Santri.
  2. Hadiah untuk tiga orang pemenang, masing-masing mendapatkan: gratis langganan Buletin SIDOGIRI selama satu tahun, paket buku terbitan Pustaka Sidogiri, dan 3 ekor ayam. Hasil foto dari pemenang akan dimuat di Buletin SIDOGIRI edisi 94/Ramadhan-Syawal 1435 H dan website www.sidogiri.net.
  3. Lomba foto boleh diikuti seluruh peserta, pengunjung dan penonton acara.
  4. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu foto.
  5. Pengambilan foto hanya boleh dilakukan pada Ahad, 10 Sya’ban 1435 H/8 Juni 2014 M, saat acara berlangsung.
  6. Pengambilan foto dapat dilakukan mulai dari start di Lapangan Olahraga Sidogiri (LOS), di sepanjang rute yang dilewati pesepeda, hingga finish di Lapangan Olahraga Sidogiri (LOS) kembali.
  7. Pengiriman foto dilakukan via Facebook atau Twitter dengan mencantumkan hashtag #SepedaSantri2014 dan me-mention facebook.com/sidogiri atau Twitter @sidogiri.
  8. Peserta lomba foto wajib me-like facebook.com/sidogiri dan follow Twitter @sidogiri.
  9. Pengumpulan foto paling lambat pada hari Rabu, 13 Sya’ban 1435 H/11 Juni 2014 M. Foto yang dikirimkan harus orisinil, tidak boleh melalui proses editing.
  10. Pengumuman pemenang dapat dibaca di Buletin SIDOGIRI edisi 94/Ramadhan-Syawal 1435 H. Buletin SIDOGIRI bisa didapatkan di distributor terdekat atau hubungi Sdr. CT (Cak Thoha) 0811338358.
  11. Untuk info lomba, silakan me-like facebook.com/sidogiri, follow Twitter @sidogiri, atau telepon Sdr. Iqbal Akkad 08113343345, 082334334567 (pada jam kerja).
  12. Pemenang akan dihubungi panitia via akun facebook.com/sidogiri atau Twitter @sidogiri.
  13. Hadiah tidak berlaku untuk panitia.

Kantor Sekretariat: Kantor Pusat Kopontren Sidogiri, Sidogiri Kraton Pasuruan. Telp: 0343-420366 Contact Person. Edy Amin 0811-111-2246. Dapatkan juga informasi terbaru seputar Sepeda Santri 2014 di @sidogiri dan fb.me/sidogiri
* Setelah finish di Lapangan Olahraga Sidogiri (LOS), peserta dapat mengikuti pengundian hadiah dan mengunjungi Bazaar.
DOWNLOAD BROSUR DAN KETENTUAN

Selasa, 13 Mei 2014

10 Masalah Pemula Saat Belajar Menggunakan Lensa dSLR

Berpindah dari kamera saku ke kamera yang lensanya bisa diganti-ganti, bisa jadi sebuah pengalaman yang membingungkan. Tapi kamu juga pasti tahu bahwa ini adalah perjalanan menuju foto-foto yang lebih baik. Saat kamu belajar mengakrabi dunia dSLR dengan bermacam jenis lensanya, sepuluh kesalahan berikut adalah yang paling sering terjadi. Sebelum kamu mengalaminya, mari baca dan lihat bagaimana cara menghindari atau mengatasinya.

1. Foto Buram atau Goyang

Jika kamu memasang lensa dengan focal length panjang atau lensa telephoto lalu mencoba mengkomposisi sebuah foto, kamu akan melihat bahwa menjaga objek tetap ada di titik yang sama lebih sulit dibandingkan bila menggunakan lensa standar. Ini karena lensa dengan focal yang lebih panjang secara efektif mendekat ke objek dan gerakan sekecil apapun dari kamera akan menyebabkan foto menjadi buram.

Jika kamera atau lensamu punya pilihan stabilisator, nyalakanlah. Tapi, peraturan fotografi secara umum mengatakan bahwa semakin panjang focal length sebuah lensa, semakin cepat pula shutter speed yang dibutuhkan untuk menghindari goyangan kamera. Misalnya kamu menggunakan lensa 100mm, maka shutter speed yang aman untuk mencegah foto yang buram adalah diatas 1/100 detik.

2. Terlalu Banyak Depth Of Field

Beberapa objek, seperti landscape, biasanya akan tampak lebih baik bila seluruh bagian fotonya tajam. Ini bisa didapatkan dengan mengatur fokus secara hati-hati dan menggunakan aperture kecil sekitar f/22 untuk menghasilkan depth-of-field yang lebar dan ketajaman dari ujung ke ujung. Tapi, kadang-kadang kamu ingin memisahkan objek dari sekelilingnya – seperti pada portrait – dengan mengaburkan background dan ini membutuhkan aperture besar semacam f/5.6 atau bahkan f/2.8.

Jika kamu melihat bagian background kurang blur atau kurang lembut, kamu punya dua pilihan untuk memperbaiki ini; bukalah aperture lebih lebar atau pindahkan ke focal length yang lebih panjang karena depth of field akan semakin sempit seiring naiknya focal length.

3. Foto Yang Terdistorsi

Lensa wide angle sangat berguna jika kamu ingin memotret pemandangan yang lebar atau jika kamu memotret di dalam ruangan yang sempit, tapi lensa ini bukan pilihan yang baik untuk portrait. Masalahnya adalah jika objek ada dekat dengan lensa, maka ia akan tampak lebih besar di bagian hidung sementara mata dan kepala tampak lebih kecil. Ini tentu bukan tampilan yang menyenangkan.

Untuk hasil yang lebih baik, pindahkan ke focal length yang efektif sekitar 70-100mm, lensa ukuran 85mm adalah lensa favorit untuk para fotografer portrait dengan sensor full-frame. Sementara fotografer dengan kamera format APS-C atau cropped sensor (biasanya entry level) akan menggunakan ujung telephoto (umumnya 55mm) pada kit lens mereka untuk portrait.

4. Garis Vertikal Yang Melengkung

Ini terjadi sebagai efek perspektif saat kamu memotret gedung. Bagian bawahnya akan tampak lebih lebar dibanding bagian atas. Ini bisa memberikan hasil yang dramatis, terutama jika kamu masuk ke dalam gedung lalu memotret bagian atas dengan lensa wideangle untuk menekankan perspektifnya.

Tapi, jika kamu ingin memasukkan lebih banyak lingkungan sekitar gedung ke dalam foto, maka kemungkinannya gedung akan tampak menciut ke atas. Cara menghindari efek semacam ini adalah dengan menjaga sensor kamera tetap paralel dengan bagian depan gedung. Caranya, kamu bisa mundur cukup jauh untuk memungkinkan seluruh gedung masuk dalam frame dalam keadaan lurus tanpa harus memiringkan kamera ke atas, atau kamu bisa memperbaiki ini saat post processing dengan menarik bagian atas frame agar foto tampak proporsional.

5. Tidak Bisa Fokus Jika Terlalu Dekat

Salah satu hal yang mungkin akan kamu perhatikan saat mulai menggunakan dSLR adalah kamu tidak bisa mengatur fokus jarak dekat semudah saat menggunakan kamera saku. Cara terbaik untuk mendekat pada objek adalah dengan menggunakan lensa macro. Ini bukan pilihan yang murah, tapi ada alternatif lain untuk melakukan ini. Kamu bisa baca di artikel tentang alternatif lensa macro.

6. Exposure Berubah Saat Melakukan Zoom

Kecuali kamu punya lensa zoom yang mahal dan berkualitas tinggi dengan aperture maksimal yang konstan, kamu harus berhati-hati dengan perubahan exposure saat melakukan zoom dari satu ujung lensa ke ujung yang lain. Kit lens biasa, misalnya, punya aperture maksimal f/3.5 pada ujung wideangle dan f/5.6 pada ujung telephoto. Ini artinya, jika kamu memotret dengan aperture terbuka lebar pada focal length terpendek lalu kamu zoom ke titik terjauh maka aperture-nya akan berubah.

Jika kamu menggunakan pengaturan aperture priority atau salah satu mode otomatis, maka shutter speed yang akan berubah dengan sendirinya, sehingga brightness pada foto tidak akan berubah tapi ada kemungkinan foto akan blur. Jika kamu memotret dengan mode exposure manual, foto akan jadi lebih gelap saat kamu melakukan zoom ke focal length yang lebih panjang jika kamu tidak menyesuaikan shutter speed sebagai kompensasinya.

7. Flare

Flare bisa mengurangi kontras pada foto dan menciptakan titik berbentuk bintang yang sangat terang dalam foto. Ini disebabkan oleh sinar yang masuk ke lensa pada sudut tertentu lalu kemudian memantul di dalam optik. Ini bisa menjadi masalah jika ada sumber cahaya semacam matahari di dekat pinggiran frame foto atau jika ada cahaya yang melewati bagian depan elemen lensa.

Untungnya, ada solusi yang sangat mudah untuk masalah flare ini – gunakan lens hood. Banyak lensa yang dijual bersamaan dengan hood-nya, tapi kalau tidak, kamu busa memebeli terpisah atau bahkan membuat sendiri dengan menggunakan karton. Tanganmu juga bisa dijadikan lens hood, sama seperti saat kamu melindungi mata dari matahari yang silau.

8. Kamera Tidak Seimbang Dengan Lensa Telephoto

Lensa telephoto yang panjang biasanya cukup berat dan jika kameramu dipasang di tripod, kamu mungkin akan bekerja keras menahan lensa agar tidak jatuh. Solusinya adalah memindahkan penahan lebih ke depan sehingga kamera dan berat lensa tersebar dengan merata dari depan ke belakang.

Banyak lensa panjang disertai dengan pegangan untuk kepentingan keseimbangan. Keuntungan lain dari pegangan ini adalah, kamu bisa dengan mudah memindahkan format kamera dari landscape ke portrait dengan cepat.

9. Vignette

Banyak lensa menghasilkan foto dengan bagian tepi yang lebih gelap jika digunakan dengan aperture yang terbuka lebar. Meskipun efek vignette ini secara teknis adalah gangguan, tapi bisa tampak menarik dan bahkan beberapa fotografer sengaja menggunakannya untuk menarik perhatian ke tengah frame.

Jika kamu ingin menghindari ini, kamu harus menutup aperture sedikit. Vignetting juga bisa disebabkan oleh lens hood yang tidak pas yang belum terpasang dengan benar atau karena tumpukan filter di bagian depan lensa.

10. Foto Yang Tampak Lembut

Jika kamu terbiasa melihat hasil pemotretan lewat komputer dalam ukuran 100%, maka kamu akan memperhatikan bahwa titik fokus pada foto yang menggunakan aperture lebar atau bahkan sangat tertutup tidak akan setajam foto yang diambil menggunakan bukaan aperture medium.

Semoga Bermanfaat...

dari berbagai sumber

Jenis-Jenis Lensa Dan Kegunaannya


Ada banyak sekali jenis lensa di dunia fotografi dengan kegunaan, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing. Untuk kamu yang mungkin belum begitu paham, berikut daftarnya:

Fisheye: Tidak ada manfaat spesifik, kecuali memberikan efek mata ikan. Baca juga penjelasan lebih spesifiknya di artikel yang ini.

Ultra-wide rectilinear, lebih lebar dari 19mm: Biasanya untuk memotret interior, dengan ruang terbatas tapi dibutuhkan pandangan menyeluruh di dalam sebuah ruangan.

Ultra-wide-angle (19, 20, 21, atau 24mm): Satu dari empat atau lima lensa penting untuk profesional, sangat berguna untuk seniman dan pemula yang sudah mengenal dasar fotografi. Digunakan untuk landscape, interior, street photography, foto massa, dan sebagainya. Masih jarang orang menggunakan lensa ukuran ini untuk fotografi sehari-hari.

Ultra-wide-angle zoom (lebar ujungnya 20mm atau lebih lebar): Berguna jika seorang fotografer mau membawa sebuah lensa berat dan bukannya tiga yang lebih ringan, atau mereka yang menyukai efek flare. Kadang berpasangan dengan lensa zoom 80-200mm sebagai dua lensa penting profesional.

Wide angle: Sekarang lensa ukuran 24mm lebih sering digantikan oleh 20mm dan lensa 35mm telah menjadi focal length yang dianggap normal, sehingga diantara keduanya hadirlah focal length fixed yaitu 28mm. Berguna untuk melakukan pemotretan apapun (terutama untuk street photography, art, photojournalism, dan portret lingkungan) dimana tampilan lebar dibutuhkan.

Shift: Untuk memotret bangunan. Memperbaiki lengkungan pada garis yang diakibatkan oleh masalah perspektif.

Tilt shift: sama dengan lensa shift, sekarang biasanya digunakan untuk memberi efek miniatur, juga untuk memotret landscape dengan porsi foreground yang banyak.

Zoom 28-200mm untuk segala keperluan: jarang dipakai karena range focal-nya yang terlalu lebar sehingga tidak bisa menghasilkan foto yang kualitasnya baik.

Lensa fixed normal (35mm): Ini adalah focal length yang paling mudah digunakan untuk memotret, tapi seringkali digantikan oleh lensa zoom. Sering digunakan untuk street photography.

Normal/standard (50mm): Berguna untuk memotret jarak dekat. Bagus untuk belajar disiplin bagi mereka yang sudah terbiasa menggunakan lensa zoom. Jika digunakan oleh mereka yang ahli, bisa menghasilkan foto serupa wide angle juga telephoto.

Macro/micro: Untuk memotret bunga, serangga, bola mata, bulu mata, barang-barang kecil, sarang laba-laba yang dihiasi embun, dan semacamnya. Lensa hobi yang sangat populer, karena fotografer makro adalah salah satu tipe fotografer paling antusias yang seringnya memotret hal-hal menyenangkan.

Normal super cepat (f/2, f/1.2): Digunakan oleh mereka yang suka depth of field yang sangat terbatas. Biasanya untuk membuat portrait, juga untuk mereka yang suka bokeh.

Zoom standard (35-70mm, 28-105mm, 35-135mm, dsb.): Digunakan untuk memotret dibawah cahaya terang – biasanya snapshot, pemandangan, mobil, foto perjalanan, foto-foto underexposedm dan foto yang meledak karena flash dari kamera. Berguna untuk foto-foto yang sangat umum.

Lensa fixed 135mm: Jarang digunakan atau dimiliki. Umumnya hanya menjadi lensa standard 35mm jika digunakan pada kamera rangefinder.

Zoom medium cepat: Untuk profesional, ini adalah lensa sehari-hari. Untuk pemula, jarang digunakan. Sangat mahal, besar, dan berat tapi kualitasnya setara lensa fixed yang lebih murah.

Short tele (75, 77, 80, 85, 90, 100, atau 105mm): Untuk portrait, landscape ketat, foto wajah, beauty dan fashion. Biasanya kit lens yang datang bersama body camera juga dalah zoom standard seperti ini.

Lensa fixed lambat 180mm atau 200mm: Ringan dan mudah dibawa.

Telephoto zoom standard (70 atau 80 atau 180, 200, atau 210): Baik itu cepat atau lambar, lensa ini bagus untuk kebanyakan fotografer, pro maupun pemula. Digunakan untuk segala jenis action, aktivitas, fashion, portrait, foto wajah, reportase, olahraga, wildlife, landscape dan alam. Bisa mencakup range telephoto yang dibutuhkan kebanyakan fotografer – setidaknya sampai mereka mulai tertarik untuk memotret burung.

300mm cepat: Untuk fashion, katalog, fashion show, olahraga, alam, pertunjukan pesawat terbang. Lensa yang penting untuk profesional, juga untuk fotografer alam. Agak sulit digunakan oleh pemula kecuali untuk memotret serangga.

400mm: Serangga, olahraga, dan burung. Juga untuk memotret pertandingan sepak bola dengan fokus pada pemain secara individu.

500mm: Serangga dan burung.

600mm: Serangga.

Semoga Bermanfaat...

(dari berbagai sumber )

Pengetahuan Dasar Fotografi

Pengetahuan Dasar Fotografi

1. LENSA
Semakin besar angka mm nya dari sebuah lensa, maka semakin sempit sudut pandangnya (=picture coverage). Semakin kecil angka mm nya, maka semakin luas/lebar sudut pandangnya.

2. DIAFRAGMA
Diafragma menentukan banyak sedikitnya sinar yang masuk melalui lensa. Semakin kecil angka diafragmanya, maka semakin banyak sinar yang masuk.Diafragma menentukan kualitas lensa.Makin kecil angka diafragmanya berarti makin tinggi kualitas lensa nya.Diafragma biasa disingkat f, biasa juga disebut Aperture atau Bukaan.

3. PANJANG LENSA
Panjang lensa biasa disebut Focal Length (biasa mempunyai satuan mm).Panjang lensa mempengaruhi:a. JARAK pemotretanb. SUDUT pandangc. PEMBESARANd. FASILITAS BUKAAN DIAFRAGMALensa Khusus:a. Lensa Makro (biasa disebut Macro Lens)b. Penambahan panjang lensa (biasa disebut Tele Converter atau Extender)c. Lensa pengoreksian perspektif pada subjekd. Lensa Lunak (biasa disebut Soft Focus Lens)

4. SIFAT FILM
Kualitas sebuah gambar sangat ditentukan oleh kepekaan film tersebut terhadap sinar (biasa disbet ISO/ASA/DIN). ISO/ASA RENDAH: Menghasilkan detail gambar yang lebih tajam (butir halida perak lebih halus).

(dari berbagai sumber)

Kamera Baru? Mengenal Mereka Dulu Yuk!


Sadar atau tidak ada beberapa orang di sekitar kita yang memiliki kamera tetapi tidak pernah mau repot untuk belajar bagaimana mentransfer hasil jepretan mereka ke komputer atau PC. Mereka hanya sekedar melihat gambar-gambar tersebut melalui LCD kamera yang berukurang 2 inchi. Yang lebih menggelikan lagi adalah mereka termasuk orang-orang yang dulunya berencana membeli kamera terbaru dengan teknologi termutakhir yang ada di pasaran. Intinya adalah bagaimana mengenal dasar-dasar menggunakan kamera, memindah foto ke komputer, dan kemudian bersenang-senang kembali ke tempat hunting yang menarik. Jangan lupa juga untuk mencetak foto-foto favorit kalian
Ada banyak model kamera digital yang beredar di pasaran dan mungkin terlihat berbeda satu sama lain, tetapi pada dasarnya mereka memiliki pengaturan dasar yang sama. Semua kamera tersebut menggunakan baterai untuk beroperasi, dan butuh untuk dicharge dari waktu ke waktu. Mereka semua juga memiliki tombol on/off serta shutter. Hal yang terpenting ketika membeli kamera adalah mereka memliki buku manual, jangan pernah lupa untuk membacanya terlebih dahulu. Berikut ini adalah beberapa tips bagaimana mengenal kamera lebih dekat:

1. Baca buku manual:
Tips yang cukup jelas bukan? tetapi kami percaya beberapa diantara sobat akan merasa terkejut. Akan terasa sedikit membingungkan ketika Sobat membaca langsung setelah membuka kotak kamera digital baru kalian, tetapi kami sarankan untuk meluangkan waktu dan mencoba mengenal semua tombol kendali serta menu yang ada pada kamera kalian. Jika memungkinkan segera coba bagaimana memasukkan baterai serta memory card dan nyalakan kamera tersebut. Apa yang Sobat butuh baca dari buku manual adalah bagaimana melakukan pengaturan dasar kamera.

2. Pelajari bagaimana menyalakan kamera:
Langkah ini mungkin terdengar sangat dasar, tetapi setiap produsen atau manufaktur kamera akan memiliki langkah yang berbeda. Jangan pernah malu untuk melakukannya, terkadang jika kita mencoba kamera milik rekan akan sedikit kebingungan mencari tombol on/off.

3. Usahakan terbiasa dengan lensa:
Cobalah sedikit bermain dengan zooming (in dan out). beberapa kamera biasanya sudah dilengkapi dengan lensa yang disebut dengan lensa kit. Sobat bisa mencoba melakukan zoom out untuk wide-angle, landscape atau zoom in untuk candid serta portrait.

4. Jika Sobat memotret didalam ruangan (indoor), nyalakan flash built-in: (baca juga tentang bagaimana menggunakan flash built-in)

5. Pastikan mode pemotretan diatur dengan benar:
Mode otomatis biasanya memang cocok untuk setiap kondisi pemotretan, jadi mode ini bisa digunakan saat mencoba kamera sampai kita belajar mode pemotretan lain yang lebih advance.

6. Mengkomposisikan subyek:
Pastikan Sobat tidak memotret langsung ke arah matahari, Tidak ada kabel listrik yang mengganggu dan terekam ke dalam foto,tidak ada tiang telepon yang mencuat di belakang kepala subyek, pastikan horizon lurus dan tidak miring. Biasakan meluangkan waktu untuk melakukan komposisi di setiap foto yang kalian ambil, dan lihat serta rasakan perbedaanya.

7. Shoot: Tekan tombol separuh/setengah untuk melakukan fokus, dan selanjutnya buat foto-foto hebat kalian!

8. Selamat Mencoba

(dari berbagai sumber)

Selasa, 24 Desember 2013

Pantai Bandealit yang eksotik


Pantai Bandealit

Bandealit merupakan salah satu tujuan wisata alam minat khusus yang ada di Taman Nasional Meru Betiri yang lokasinya berada di kabupaten Jember bagian selatan. Salah satu potensi yang diminati adalah pantainya yang alami dan bersih. Selain itu, masih banyak potensi yang menarik untuk dinikmati. Atraksi wisata yang dapat dinikmati antara lain demplot penangkaran rusa timor. Tepat di depan kandang rusa timor terdapat green house anggrek. Banyak koleksi bunga anggrek yang ada di Taman Nasional Meru Betiri dipamerkan di green house ini. Bagi pecinta bunga anggrek pasti akan menyukai tempat ini, karena banyak bunga anggrek langka yang tidak ditemui di tempat lain ada disini.

Pantai Bandealit yang eksotik
Pengunjung dapat bermain bodysurfing yang alatnya telah disediakan di sana. Permainan ini cukup aman bagi pemula, karena ombaknya yang teratur dan tidak terlalu besar. Banyak perahu nelayan yang bersandar di pantai Bandealit ini, sehingga bagi pengunjung yang ingin merasakan ikan bakar segar dapat langsung pesan di nelayan

Sabtu, 14 Desember 2013

Memahami Konsep ISO

Secara definisi ISO adalah ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO kita maka semakin sensitif sensor terhada cahaya.
Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang setting ISO di kamera kita (ASA dalam kasus fotografi film), coba bayangkan mengenai sebuah komunitas lebah.
  1. Sebuah ISO adalah sebuah lebah pekerja. Jika kamera saya set di ISO 100, artinya saya memiliki 100 lebah pekerja.
  2. Dan jika kamera saya set di ISO 200 artinya saya memiliki 200 lebah pekerja.
Tugas setiap lebah pekerja adalah memungut cahaya yang masuk melalui lensa kamera dan membuat gambar. Jika kita menggunakan lensa identik dan aperture sama-sama kita set di f/3.5 namun saya set ISO di 200 sementara anda 100 (bayangkan lagi tentang lebah pekerja), maka gambar punya siapakah yang akan lebih cepat selesai?
Secara garis besar:
  1. Saat kita menambah setting ISO dari 100 ke 200 (dalam aperture yang selalu konstan – kita kunci aperture di f/3.5 atau melalui mode Aperture Priority – A atau Av), kita mempersingkat waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan sebuah foto di sensor kamera kita sampai separuhnya (2 kali lebih cepat), dari shutter speed 1/125 ke 1/250 detik.
  2. Saat kita menambah lagi ISO ke 400, kita memangkas waktu pembuatan foto sampai separuhnya lagi: 1/500 detik.
  3. Setiap kali mempersingkat waktu esksposur sebanyak separuh, kita namakan menaikkan esksposur sebesar 1 stop.
Anda bisa mencoba pengertian ini dalam kasus aperture, cobalah set shutter speed kita selalu konstan pada 1/125 (atau melalui mode Shutter Priority – S atau Tv), dan ubah-ubahlah setting ISO anda dalam kelipatan 2; missal dari 100 ke 200 ke 400 …dst, lihatlah perubahan besaran aperture anda.

disadur dari http://belfot.com

Memahami Aperture & Depth of Field

Setiap kali berbicara tentang fotografi dan kamera, kata-kata aperture serta depth of field akan sering sekali keluar. Nah dalam artikel ini belfot akan mencoba membantu anda memahami aperture dan depth of field sehingga cukup jelas bagi pemula.

Memahami Aperture

Definisi aperture adalah ukuran seberapa besar lensa terbuka (bukaan lensa) saat kita mengambil foto.
Saat kita memencet tombol shutter, lubang di depan sensor kamera kita akan membuka, nah setting aperture-lah yang menentukan seberapa besar lubang ini terbuka. Semakin besar lubang terbuka, makin banyak jumlah cahaya yang akan masuk terbaca oleh sensor.
Aperture atau bukaan dinyatakan dalam satuan f-stop. Sering kita membaca istilah bukaan/aperture 5.6, dalam bahasa fotografi yang lebih resmi bisa dinyatakan sebagai f/5.6. Seperti diungkap diatas, fungsi utama aperture adalah sebagai pengendali seberapa besar lubang didepan sensor terbuka. Semakin kecil angka f-stop berarti semakin besar lubang ini terbuka (dan semakin banyak volume cahaya yang masuk) serta sebaliknya, semakin besar angka f-stop semakin kecil lubang terbuka.
apertureJadi dalam kenyataannya, setting aperture f/2.8 berarti bukaan yang jauh lebih besar dibandingkaan setting f/22 misalnya (anda akan sering menemukan istilah fully open jika mendengar obrolan fotografer). Jadi bukaan lebar berarti makin kecil angka f-nya dan bukaan sempit berarti makin besar angka f-nya.

Memahami Depth of Field

Depth of field – DOF, adalah ukuran seberapa jauh bidang fokus dalam foto. Depth of Field (DOF) yang lebar berarti sebagian besar obyek foto (dari obyek terdekat dari kamera sampai obyek terjauh) akan terlihat tajam dan fokus. Sementara DOF yang sempit (shallow) berarti hanya bagian obyek pada titik tertentu saja yang tajam sementara sisanya akan blur/ tidak fokus.
PICT0235_mdUntuk mendapatkan DOF yang lebar gunakan setting aperture yang kecil, misalkan f-22 (makin kecil aperture makin luas jarak fokus) – lihat contoh foto diatas. Sementara untuk mendapat DOF yang sempit, gunakan aperture sebesar mungkin, misal f/2.8 – lihat contoh foto dibawah.
PICT0236_mdKonsep Depth of Field ini akan banyak berguna terutama dalam fotografi portrait dan fotografi makro, namun sebenarnya semua spesialisasi akan membutuhkannya.

disadur dari http://belfot.com

20 Tips Komposisi Agar Foto Makin Keren

Komposisi fotografi, seperti halnya komposisi dalam bidang seni apapun adalah ibarat selera akan makanan, semua kembali ke preferensi  masing-masing. Namun begitu, ada beberapa panduan tertentu yang tak lekang waktu dan ikut di amini oleh mayoritas pelaku
20 Tips komposisi fotografi yang akan anda baca berikut ini lumayan singkat dan tidak bertele-tele,  kami saring dari berbagai sumber dan juga pengalaman. Isinya bukan aturan tapi panduan, karena sekali lagi komposisi adalah masalah selera.
Oh satu lagi, topik komposisi lumayan sering dibahas di belfot.com. Anda bisa melihatnya dengan mengetikkan kata komposisi di kotak search yang ada di sidebar kanan dan akan ada dereten artikel mengenai komposisi yang bisa anda baca. Silahkan nikmati 20 tips singkat ini:
  1. Tarik perhatian ke arah subyek utama dalam foto. Manfaatkan warna, bentuk, cahaya atau garis supaya foto tampak kuat dan menyedot perhatianSedot Perhatian
  2. Sederhana, makin sederhana susunan foto anda makin kuat kesan yang ditimbulkan simpel
  3. Kurangi elemen yang tidak seirama. Jika menurut anda ada elemen tertentu yang merusak irama dan keharmonisan foto, singkirkan – tutupi – atau pindahkan sudut pemotretan supaya elemen tersebut hilang irama
  4. Penuhi seluruh isi frame dengan obyek utama. Kadang foto yang kuat kesannya adalah foto yang tanpa background sama sekali Penuhi Frame
  5. Jangan biarkan ruang kosong mendominasi foto. Manfaatkan komposisi framing, ruang
  6. Cek daerah disekitar garis frame, jangan biarkan ada tangan, kaki atau bagian penting obyek terpotong tanpa alasan kuat
  7. Maksimalkan penggunaan point of view (titik pandang) yang menarik, jangan melulu memotret dari depan subyek Point of view
  8. Jangan lupa rules of thirds. Tarik garis imajiner yang membagi foto menjadi 9 bagian sama besar. Tempatkan obyek utama di persimpangan garis-garisnyarule of third
  9. Saat memotret orang, usahakan selalu agar mata berada diatas garis tengah foto komposisi mata
  10. Bagian paling terang dalam foto adalah bagian yang paling menyedot perhatian mata. Taruh obyek utama disana Sandcastle on Morro Strand State Beach, with Morro Rock visible in background, after sunset 24 Aug 2009
  11. Background lah yang memperkuat kesan. Jadi jangan biarkan background mematikan obyek utama. b2985066755_a23e402f28_m
  12. Memotret secara horisontal memperkuat kesan lebar dan secara vertikal memperkuat kesan tinggi
  13. Tajamkan mata untuk mengenali pola yang berulang, manfaatkan  Pola
  14. Tajamkan mata untuk mengenali pola simetri, manfaatkan Simetri
  15. Leading line dan kurva-S selalu menyenangkan dilihat Curve
  16. Untuk memotret anak-anak, jongkoklah. Sejajarkan kamera dengan mata merekaKomposisi anak-anak
  17. Hindari menaruh titik perhatian tepat ditengah-tengah foto
  18. Hindari meletakkan garis horison tepat di tengah foto, usahakan horison ada di sepertiga atas atau bawahDelineated
  19. Jangan biarkan garis horison menabrak bagian obyek yang penting
  20. Cek, cek dan cek lagi sesaat sebelum memencet shutter. Pastikan apa yang tampak di viewfinder sesuai keinginan anda

Sabtu, 30 November 2013

Meru Betiri: Surga Belantara yang Belum Terjamah

 


Meru Betiri merupakan hutan tropis dengan sungai spektakuler dan keanekaragaman satwa liar. Berslogankan “Home of Biodiversity”, Taman Nasional Meru Betiri merupakan salah satu taman nasional yang paling mengesankan di Pulau Jawa dengan ekosistem mangrove, hutan rawa, dan hutan hujan dataran rendah.

Kawasan Taman Nasional Meru Betiri secara administrasi pemerintahan terletak di Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Taman nasional ini terdiri dari 4 zona yaitu,  zona rimba seluas 22.622 Ha, zona pemanfaatan intensif seluas 1.285 Ha, zona rehabilitasi seluas 4.023 Ha, dan zona pemanfaatan khusus seluas 2.155 Ha.

Sebagian besar taman nasional ini dipenuhi oleh perkebunan karet dengan topografi berbukit-bukit berikut tebing yang curam. Kawasan Taman Nasional Meru Betiri bagian utara dan tengah merupakan hutan hujan tropika yang selalu hijau, sedangkan di bagian lainnya termasuk hutan dengan musim kering.

Taman nasional ini merupakan sebuat pot besar tempat tumbuhnya tanaman langka seperti bunga raflesia dan beberapa jenis tumbuhan lainnya seperti bakau, api-api, waru, nyamplung, rengas, bungur, pulai, bendo, dan beberapa jenis tumbuhan obat-obatan.
Di sini Anda dapat menyaksikan tingkah laku satwa liar yang eksotis seperti kumbang hitam, kura-kura, macan tutul, banteng, kera ekor panjang, ajag, kucing hutan, rusa, bajing terbang ekor merah, merak, penyu belimbing, penyu sisik, penyu hijau, dan penyu ridel atau lekang.
Di Pantai Sukamade dibangun beberapa fasilitas sederhana untuk pengembangbiakan penyu. Taman ini juga merupakan tempat perlindungan harimau jawa yang langka dan mulai punah.
Taman ini terletak di salah satu daerah yang paling terpencil di Indonesia sehingga aksesnya termasuk sulit, bahkan pengunjung terpaksa menggunakan mobil 4WD. Letaknya yang terpencil membuat hutan ini jarang dikunjungi sehingga menjadi alasan mengapa hutan ini menjadi surga belantara yang belum terjamah keindahannya.
Taman Nasional Meru Betiri menawarkan pemandangan dan pengalaman yang luar biasa. Pepohonan dan satwa liar yang menjadikan hutan ini sebagai rumah dan habitat mereka akan menjadi atraksi menarik sekaligus bermanfaat bagi Anda. Menuju hutan ini membutuhkan stamina yang baik. Namun keletihan Anda akan terbayar lunas dengan pemandangan yang spektakuler dan udara hutan yang khas menyejukan kulit dan hati Anda. Pengalaman ini akan sulit Anda rasakan dan temukan di tempat lain di planet ini.

Anda juga bisa menapakkan kaki di beberapa tempat menarik di sekitarnya seperti:

Pantai Rajegwesi
Di pantai ini Anda bisa berwisata bahari seperti berenang, mengamati satwa dan tumbuhan, juga wisata budaya dengan mengunjungi desa nelayan tradisional.

Sumbersari
Di sini Anda bisa menemukan padang rumput seluas 192 hektar dan melihat tingkah laku satwa liar seperti sambar, rusa, dan kijang. Sebuah laboratorium alam untuk kegiatan penelitian yang sempurna.

Pantai Sukamade
Di sini Anda bisa berkemah, selancar angin, melihat penyu yang sedang bertelur, juga tempat pengamatan tumbuhan atau satwa.

Teluk Hijau
Menjelajahi hutan, wisata bahari, dan berenang. Alamya jelas akan membuai Anda jatuh ke pelukan kedamaian.

Aksesibilitas
Kawasan Taman Nasional Meru Betiri dapat dicapai melalui dua jalur :
  1. Jalur melalui Jember: Jember-Ambulu-Curahnongko-Bandealit sepanjang 64 Km dari arah Jember, dapat ditempuh selama 1,5 jam.
  2. Jalur melalui Banyuwangi:
  • Jember-Glenmore-Sarongan-Sukamade sepanjang 103 km, dapat ditempuh selama 3,5 - 4 jam.
  • Jember-Genteng-Jajag-Pesanggaran-Sarongan-Sukamade sepanjang 103 km, dapat ditempuh selama 3,5 - 4 jam.
  • Jember-Banyuwangi-Genteng-Jajag-Pesanggaran-Sarongan-Sukamade sepanjang 127 km, dapat ditempuh selama 4 - 4,5 jam.
Alternatif Tujuan di Taman Nasional Meru Betiri

Jalur Andengrejo-Bandealit
Pintu gerbang Andengrejo merupakan satu-satunya akses masuk menuju Bandealit. Di pintu gerbang ini, Anda harus membayar tiket masuk dan memperoleh informasi lengkap tentang taman nasional ini. Sepanjang perjalanan menuju Bandealit, Anda dapat melihat atraksi-atraksi seperti budeng yaitu monyet semacam lutung. Pohon Aren yang menguraikan buahnya sungguh memesona untuk pecinta alam atau fotografer.
Temukan juga kijang, bunga Rafflesia, dan pabrik kopi peninggalan Belanda yang sekarang dimiliki oleh PT Bandealit, kebun karet, serta masyarakatnya yang sedang memanen getah karet, kebun sayuran, pohon nyiur dan berjajar rapih, serta pohon durian yang aromanya selalu tercium.
Saat Anda mencapai pintu gerbang Bandealit yang jaraknya sekitar 14 km dari pintu gerbang Andongrejo, Anda wajib melaporkan ke kantor setempat.

Jalur Bandealit-Pringtali
Pringtali adalah padang savana yang menakjubkan. Akses menuju padang luas ini harus menuju Bandealit terlebih dahulu. Hal yang akan Anda temui di perjalanan ialah mengunjungi petani kelapa muda yang airnya menebus dahaga sangat Anda di hutan tropis ini.
Selain itu, bila wakunya tepat makan ada suguhkan kegiatan masyarakat memanen kopi. Gerombolan banteng (Bos javanicus) sekitar 30 ekor akan terlihat sesekali melalui jalur ini untuk mencari minum dan makan, tentunya saat malam hari. Hutan hujan tropis yang berkabut dan airnya yang hijau bersih akan menyegarkan mata dan pikiran Anda. Apalagi bila Anda dapat berjumpa dengan macan tutul di savana Pringtali di dalam mobil Anda, semoga saja beruntung melihatnya langsung.

Jalur Bandealit-Goa Jepang
Di jalur ini Anda akan menemukan pohon jati yang tegak menghalangi sinar matahari menembus celah-celah pepohonan. Sebuah perkampungan masyarakat lokal pun akan Anda temui dengan keramahan warganya yang bersahaja.
Bila Anda ingin memberi makan rusa timor, hal ini dapat Anda lakukan di penangkaran rusa di sebelah pusat informasi. Gombloh adalah selebriti lokal yang ternyata adalah rusa jantan yang sangat akrab dengan manusia.
Buah naga adalah hal yang unik yang akan Anda temui di jalur ini. Selain itu, anggrek liar yang indah dan bunga Ipomoea dapat menghibur Anda dengan warna-warnanya. Muara di dekat Bandealit dapat dimanfaatkan untuk beristirahat dan berkano. Pantai Bandealit sendiri merupakan garis pantai yang sunyi dan asri.
Lihatlah para nelayan menangkap ikan dan juga menawar hasil tangkapannya. Hal ini biasa dilakukan sebelum pengunjung menginap dan makan malam. Goa Jepang yang juga disebut bungker Jepang dapat Anda temui di daerah ini. Perjalanan menuju bunker sekitar 2 jam dengan berjalan kaki.

Jalur Banealit-Teluk Meru
Tanaman kopi merupakan hamparan yang akan Anda lihat di jalur ini. Pohon Glintungan (Bischofia javanica) yang tinggi berdiameter 2 meter patut Anda abadikan dalam foto.
Buah Gondang akan Anda temui yang rupanya sangat mirip apel. Buah ini tidak dapat dimakan karena dapat menjadi racun. Bila Anda ingin mengetahui tanaman rotan, maka di sinilah Anda dapat melihatnya. Rupanya penuh dengan duri pada batang dan daunnya.
Batu Ampar adalah daerah di tepi sungai yang airnya bersih. Beristirahatlah di sini sambil berendam walau hanya kaki Anda saja yang masuk di dalam airnya yang segar. Tempat pengamatan burung adalah lokasi yang sering dilakukan di daerah jalur ini. Burung kecil seperti burung madu, hingga elang dapat Anda nikmati di sini.
Mengkudu pun akan Anda lihat bila pandangan Anda cukup jeli melalui jalur ini. Bila lebih tertarik dengan ukuran pohon yang cukup besar maka beringin asli yang berumur puluhan tahun dapat Anda temui di jalur ini.
Sesampainya di Teluk Meru, buatlah tenda dan Anda mulailah menikmati alamnya dengan cara berkemping (camping). Pantai di teluk ini panjangnya 5 km dan dipotong oleh satu aliran sungai yang harus Anda sebrangi saat menyusuri pantai. Jangan khawatir, air sungai ini cukup dangkal dan berair tenang.

Jalur Meru-Permisan
Sungai kecil berbatu pasti akan menantang Anda, apalagi saat musim kepiting berkembang biak. Dua sungai akan bertemu di Kali Lanang. Di sinilah Anda beristirahat. Istirahat kedua dilakukan para petualang di Tumpak Dawung yang merupakan puncak bukit, sebelum menuju pantai Permisan Barat. Pantai di balik bukit akan Anda temui dan indahnya melebihi pantai Permisan Barat. Banyak orang berenang bahkan snorkeling karena terumbu karangnya yang masih sangat baik.

Jalur Permisan-Sukamade
Ikan blanak dan mujair akan banyak ditemui di hutan mangrove. Hanya 10 menit dari Permisan, Anda akan menemui air terjun landai yang membuat Anda ingin kembali menceburkan diri walau baru berenang di pantai. Jalur menuju Sukamade dari air terjun akan sangat menantang karena licin dan Anda banyak beristirahat di berbagai titik.
Pohon pinang, aren, dan semak belukar akan menemani Anda hingga savana selanjutnya. Ke Sukamade Anda perlu mengambil jalur kanan, setelah menuruni bukit terjal dari Pondok Muto. Jalur ke kiri akan membawa Anda ke Sumbersari.

Jalur Sukamade-Sarongan
Hal paling menarik ialah menyebrangi sungai dengan motor atau truk. Pengemudi seolah tahu titik mana yang harus dilalui tanpa meresikokan truk dan penumpangnya. Setelah 4 kilometer dari pantai Sukamade, perkampungan pegawai perkebunan PT Sukamade akan menyambut. Di sinilah Anda akan mengenal buah kakao atau coklat.

Akomodasi
Bila waktu tak mengizinkan Anda untuk pulang malam hari dan Anda masih di Bandealit maka bermalamlah di salah satu pondok wisata. Yaitu berupa 2 rumah dengan fasilitas masing-masing 4 kamar tidur dan kamar mandi, tempat tidur springbed, air bersih, listrik (walau dipadamkan di malam hari), dan ruang tamu yang luas.
Di Pantai Sukamade tersedia penginapan 2 rumah panggung dengan 4 kamar dengan 2 tempat tidur di masing-masing kamarnya. Harga penginapan per malam hanya Rp 75 ribu dan bila ingin berkemah, terdapat camping ground di sekitar pantai.

Tips
  • Waktu terbaik untuk mengunjungi taman nasional sini adalah pada musim kemarau (April-Oktober) karena akses jalan ke taman nasional ini rentan terhadap banjir di musim hujan.
  • Sebelum memasuki kawasan taman nasional ini, Anda wajib melaporkan diri ke kantor pengelolaan taman nasional setempat, yaitu di:
             Balai Taman Nasional Meru Betiri
             Jl. Sriwijaya 53 , Jember 68101
             Telp. / Fax: +62 331 335 535
             Kotak Pos: 296
             Email        : meru@telkom.net
             Website    : www.merubetiri.com

 Galeri Rajeg Wesi, Meru Betiri


Senin, 18 November 2013

Minggu, 20 Oktober 2013

Sabtu, 19 Oktober 2013

100 Tips Fotografi Dari Fotografer Pro


Ditulis oleh fotografer dan pengajar workshop street photography, Eric Kim. Artikelnya mengenai 100 tips fotografi yang sedikit banyak akan berguna. Mungkin ada satu, dua atau beberapa poin yang secara pribadi kita tidak setuju, namun mayoritas tips ini bagus. Dan ingat, tips-tips ini datang dari street photographer ya…. Silahkan:

100 Tips Fotografi

    1. Hanya karena memiliki kamera mahal, bukan berarti mereka adalah fotografer yang bagus
    2. Selalu memotret dalam format RAW. Selalu
    3. Lensa prime membantumu menjadi fotografer yang lebih baik
    4. Mengedit foto juga merupakan seni tersendiri
    5. Rule of thirds berguna untuk 99% skenario
    6. Fotografi makro bukan untuk semua orang
    7. Filter UV berguna seperti halnya lens cap
    8. Pergilah keluar dan memotretlah daripada menghabiskan waktu berjam-jam di forum fotografi online

Jumat, 19 Juli 2013